Tampilkan postingan dengan label gigih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gigih. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

SELAMAT TAHUN BARU 1432 HIJRIAH

Para pembaca blog yang dimuliakan Tuhan, pada tanggal 7 Desember 2010 sahabat-sahabat kita yang beragama Islam sedang bahagia hatinya. Tanggal 7 Desember 2010 bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 1432 Hijriah, di mana sahabat-sahabat kita yang beragama Islam sedang mensyukuri datangnya tahun baru 1432 Hijriah.


Momentum ini, sebagaimana momentum tahun baru pada umumnya, memiliki makna hijrah atau berpindah dari situasi dan kondisi yang lama (sebelumnya) ke situasi dan kondisi yang baru (saat ini). Kepindahan ini berarti perubahan, yaitu berubah menjadi sesuatu yang lebih baik.


Momentum 1432 Hijriah hendaklah dapat menjadi pendorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik, misalnya dengan: Pertama, hidup lebih efisien, agar hidup makin ringan. Kedua, hidup makin adaptif (dalam kebaikan), agar semakin mudah diterima oleh lingkungan. Ketiga, hidup makin gigih, agar semakin banyak revenue (penghasilan) yang dapat ditabung. Keempat, hidup lebih bahagia, agar kebahagiaan yang dialami mampu mendorong orang lain untuk turut bahagia. Kelima, hidup lebih semangat, agar hidup semakin produktif.


Sudah saatnya momentum 1432 Hijriah mendorong setiap pribadi unggul untuk mempersiapkan diri, dalam menghadapi dinamika sosial. Lakukan perubahan yang mampu mengantisipasi “gelombang” kehidupan, yang kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang rendah. Pelajari segenap peluang yang ada, dan siapkan alternatif kegiatan yang dapat dilakukan dalam menghadapinya.


Sudah saatnya momentum 1432 Hijriah mendorong setiap pribadi unggul untuk mempersiapkan diri, dalam menghadapi dinamika sosial. Lakukan perubahan responsif, yang mampu memberi reaksi yang proporsional, terhadap dinamika sosial. Respon setiap “tanda” kehidupan dengan cermat, dan jangan pernah mengabaikan “tanda-tanda” kehidupan, karena akan mengakibatkan lemahnya respon yang diberikan.


Sudah saatnya momentum 1432 Hijriah mendorong setiap pribadi unggul untuk mempersiapkan diri, dalam menghadapi dinamika sosial. Lakukan perubahan yang mampu mengatasi krisis, dan jangan terjebak dalam krisis. Tidak penting menyesali terjadinya krisis (lokal, regional, nasional, maupun global), melainkan adalah lebih penting untuk berupaya mengatasinya. Boleh jadi ikhtiar yang dilakukan pada awalnya nampak kecil, tetapi dengan kegigihan dan semangat yang tinggi maka lambat laun ikhtiar itu akan semakin besar dampak solusinya.


Demikianlah seharusnya hidup, demikianlah seharusnya mensikapi tahun baru, dan demikianlah seharusnya menjalani hidup dari hari ke hari. Hiduplah lebih baik, dan berubahlah menjadi lebih baik. Bangun pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku yang lebih cerdas, lebih dapat dipercaya, lebih obyektif, dan lebih informatif. Sekarang adalah saat yang tepat untuk hidup lebih berketuhanan, lebih berbakti kepada Tuhan, lebih mampu berinteraksi sosial, lebih beradab, dan lebih mampu mewujudkannya. Selamat tahun baru 1432 Hijriah...

Minggu, 07 November 2010

DIBEBANKAN PADA DIRI SENDIRI

Seseorang yang memiliki keteguhan dalam berjuang mengarungi hidup, tidak akan gentar dengan beban yang dipikulkan kepadanya. Ia justru merasa, bahwa beban yang dipikulkan itu merupakan pengakuan atas eksistensi dirinya. Ia mengerti, bahwa sebagai manusia ia memperoleh dua beban utama untuk dilaksanakan, yaitu: Pertama, beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, memberi manfaat optimal bagi lingkungannya.


Agar hal-hal yang dibebankan pada diri sendiri tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, maka seseorang harus: Pertama, jujur, karena dengan bermodalkan kejujuran, orang lain akan percaya kepada dirinya, sehingga memudahkannya bersinergi dengan orang lain dalam melaksanakan bebannya. Kedua, profesional, karena dengan bermodalkan profesionalitas, siapapun yang memerlukannya akan merasa puas dengan yang ia kerjakan. Ketiga, inovatif, karena dengan bermodalkan inovasi ia mampu menciptakan sesuatu yang baru.


Kemampuannya dalam hal membangun kepercayaan dan sinergi dengan orang lain, serta profesionalitasnya dalam bekerja, dan kemampuannya berinovasi menjadi pengantar bagi hadirnya manfaat optimal dirinya di tengah-tengah lingkungannya. Selanjutnya kemampuan memberi manfaat optimal ini ia persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai bentuk baktinya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang disertai dengan kekhusuannya beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Setelah seseorang memiliki sifat jujur, profesional, dan inovatif; selanjutnya ia harus berupaya sungguh-sungguh mewujudkan tanggung-jawabnya (sesuai bebannya) dengan bersikap: Pertama, meyakini bahwa beban yang ada pada dirinya, yaitu beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memberi manfaat optimal bagi lingkungannya, merupakan beban yang mulia dan dapat memuliakan orang lain. Kedua, oleh karena itu, ia harus memiliki kegigihan dan mampu meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiarnya. Ketiga, sehingga ia dapat menjadi orang yang terpercaya, baik oleh Tuhan Yang Maha Esa, maupun oleh manusia.


Dengan demikian seseorang yang teguh dalam berjuang, hendaknya bersedia dengan sungguh-sungguh untuk berlatih dan berpikir keras. Ia harus mampu mengenal diri dan potensinya, sehingga ia dapat mengenal kekurangan diri lalu memperbaikinya, dan menempah dirinya secara optimal. Seseorang yang teguh dalam berjuang, hendaknya bersedia berlatih untuk mengenal situasi dan lingkungannya, sehingga ia bisa mendapatkan manfaat dari lingkungannya secara optimal, dan sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara profesional.


Seseorang yang teguh dalam berjuang, hendaknya bersedia berlatih untuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Seseorang yang teguh dalam berjuang, hendaknya bersedia berlatih untuk mengevaluasi setiap hasil karyanya, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan, dan senantiasa meningkatkan kinerjanya.