Tampilkan postingan dengan label learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label learning. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

LEARNING BY DOING



Banyak orang beranggapan, bahwa belajar (learning) hanya ada di sekolah atau lembaga pendidikan. Anggapan ini keliru, karena akan menghalangi kesempatan belajar, yang sebetulnya terbuka luas bagi siapa saja dan di mana saja. Oleh karena itu, anggapan ini harus diubah menjadi, “Belajar dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.”

Ketika seorang manusia menjalani kehidupannya sehari-hari, maka sesungguhnya ia sedang belajar. Ia sedang belajar hidup dari “universitas” kehidupan, yang akan mengajarkan dan sekaligus mempraktekkan cara menghadapi masalah. Dari hari ke hari, dengan penuh kesabaran, seorang manusia akan belajar mengatasi masalahnya, sehingga suatu saat ia menjadi sangat ahli dalam mengatasi suatu masalah.

Allah SWT berfirman, “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar...” (QS.46:35).

Firman Allah SWT ini mengarahkan manusia, agar memiliki kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi sesuatu. Berbekal kesabaran dan keteguhan hati inilah seorang manusia diharapkan mampu belajar dari dinamika kehidupannya. Ia akan melakukan sesuatu yang tepat atau sesuai dengan dinamika masalah yang dihadapinya. Hal yang ia lakukan ini dapatlah dikatakan sebagai belajar sambil melakukan sesuatu, atau “learning by doing”, sampai suatu saat ia menemukan formula yang tepat bagi setiap masalah yang dihadapinya.  

Selamat merenungkan, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, untuk kebaikan Bangsa Indonesia, Bangsa Palestina, dan Umat Islam di seluruh dunia.

Semoga Allah SWT berkenan meridhai…

...

Minggu, 02 September 2012

LEARNING BY DOING



Banyak orang beranggapan, bahwa belajar (learning) hanya ada di sekolah atau lembaga pendidikan. Anggapan ini keliru, karena akan menghalangi kesempatan belajar, yang sebetulnya terbuka luas bagi siapa saja dan di mana saja. Oleh karena itu, anggapan ini harus diubah menjadi, “Belajar dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.”

Ketika seorang manusia menjalani kehidupannya sehari-hari, maka sesungguhnya ia sedang belajar. Ia sedang belajar hidup dari “universitas” kehidupan, yang akan mengajarkan dan sekaligus mempraktekkan cara menghadapi masalah. Dari hari ke hari, dengan penuh kesabaran, seorang manusia akan belajar mengatasi masalahnya, sehingga suatu saat ia menjadi sangat ahli dalam mengatasi suatu masalah.

Allah SWT berfirman, “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar...” (QS.46:35).

Firman Allah SWT ini mengarahkan manusia, agar memiliki kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi sesuatu. Berbekal kesabaran dan keteguhan hati inilah seorang manusia diharapkan mampu belajar dari dinamika kehidupannya. Ia akan melakukan sesuatu yang tepat atau sesuai dengan dinamika masalah yang dihadapinya. Hal yang ia lakukan ini dapatlah dikatakan sebagai belajar sambil melakukan sesuatu, atau “learning by doing”, sampai suatu saat ia menemukan formula yang tepat bagi setiap masalah yang dihadapinya. 

Selamat merenungkan, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, untuk kebaikan Bangsa Indonesia, Bangsa Palestina, dan Umat Islam di seluruh dunia.

Semoga Allah SWT berkenan meridhai…

...

Sabtu, 11 Februari 2012

IMPROVING EDUCATION

Istilah “improve” bermakna sebagai “melakukan sesuatu dengan lebih baik”, atau dalam satu kata, berarti “memperbaiki”. Dengan demikian istilah “improving” bermakna “perbaikan”.


Sementara itu, istilah “education” bermakna sebagai “proses pengajaran (teaching) dan belajar (learning) di sekolah, yang memberi kesempatan pada peserta edukasi (education) untuk mendapatkan ilmu melalui proses ini”. Dengan demikian “improving education” bermakna sebagai “perbaikan pendidikan”.


Tindakan improving education perlu dilakukan seseorang agar ia berkompeten melakukan suatu pekerjaan tertentu. Tetapi, apabila karena sesuatu dan lain hal, seseorang belum berkesempatan melakukan improving education, maka ia dapat melakukan proses pengayaan keterampilan dan pengetahuannya secara ototidak.


Telah menjadi pengetahuan umum, bahwa proses teaching and learning, dapat berlangsung secara formal melalui improving education, dan dapat pula berlangsung secara non formal melalui improving pengetahuan dan keterampilan secara otodidak. Proses ini melibatkan fakta, indera, dan rasio; di mana berdasarkan fakta yang ditangkap indera, maka seorang manusia akan mengkaji fenomena tersebut dengan menggunakan rasionya.


Allah SWT menjelaskan kesediaanNya memberi pengetahuan pada manusia, sebagaimana firman Allah SWT, “Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya…” (QS.2:31).


Istilah “nama-nama seluruhnya” dalam QS.2:31 memiliki makna sebagai “pengetahuan”, khususnya pengetahuan yang diajarkan Allah SWT kepada Rasulullah Adam AS. Oleh karena memiliki pengetahuan yang diajarkan oleh Allah SWT, maka Rasulullah Adam AS sanggup melakukan presentasi di hadapan segenap malaikat.


Allah SWT juga berfirman, “Iqra (bacalah) dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Iqra, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajari manusia dengan perantaraan firman. Dia mengajari manusia hal-hal yang belum diketahuinya (QS.96:1-5).


Kedua ayat Al Qur’an tersebut (QS.2:31 dan QS.96:1-5) menjelaskan peluang bagi berlangsungnya proses teaching and learning pada setiap manusia, yang berbuah pengetahuan dan keterampilan. Hanya saja, pada QS.96:1-5 Allah SWT menekankan tentang pentingnya membaca.


Dengan demikian setiap manusia memiliki peluang, bagi berlangsungnya proses teaching and learning, baik melalui improving education, maupun secara otodidak. Untuk itu, setiap manusia perlu banyak membaca (terutama Al Qur’an dan Al Hadist), sebagai entry point pengetahuan, yang pada akhirnya akan mendorong dia untuk melengkapi pengetahuan yang ada pada dirinya, serta menambahnya dengan keterampilan yang relevan.


Selamat berikhtiar, semoga Allah SWT meridhai…


Minggu, 21 Agustus 2011

LEARNING ON LEADING

“Learning” berarti “belajar”, yang memiliki makna sebagai berikut: Pertama, get knowledge or skill, yaitu suatu cara mendapatkan pengetahuan dan keahlian dengan melakukan kegiatan tertentu. Kedua, remember, yaitu suatu cara mengingat suatu tulisan, rumus, konsep, atau solusi tertentu dengan membaca dan memperhatikan berulang-ulang. Ketiga, understand, yaitu suatu cara memahami sesuatu, yang kemudian mengharuskannya mengubah diri ke arah yang lebih baik.


Sementara itu, “leading” berarti “memimpin”, yang memiliki makna sebagai berikut: Pertama, take someone, yaitu suatu cara menunjukkan kepada seseorang tentang arah yang akan dituju, dengan membawa orang tersebut ke suatu tempat, atau berjalan di depan orang tersebut. Kedua, be winning, yaitu suatu cara memenangkan pertandingan, permainan, atau kompetisi tertentu. Ketiga, be the best, yaitu suatu cara yang dilakukan agar menjadi lebih baik dari siapapun. Keempat, control, yaitu suatu cara agar dapat mengendalikan situasi, kelompok, organisasi, atau kondisi tertentu.


Dengan demikian “learning on leading” berarti “belajar saat memimpin”. Tepatnya get knowledge or skill, remember, and understanding; when take someone, be winning, be the best, and control. Lebih tepatnya, suatu cara mendapatkan pengetahuan atau keahlian, mengingat, dan memahami sesuatu; saat mengarahkan seseorang, memenangkan, menjadi lebih baik, dan mengendalikan suatu situasi atau kondisi tertentu.


Learning on leading perlu dilakukan seseorang, agar ia dapat memberi manfaat optimal bagi dirinya sendiri dan orang lain. Ia memimpin berdasarkan kebenaran Allah SWT, yang tertera dalam Al Qur’an, dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad SAW, dan dinasehatkan oleh para ulama salaf.


Dengan kata lain, ia tidak akan memimpin berdasarkan prasangka, karena ia: (1) selalu mendapatkan pengetahuan yang baru, (2) ingat pada kebajikan yang diperintahkan Allah SWT, dan (3) faham tentang situasi dan kondisi yang dihadapinya.


Oleh karena itu, ia berpeluang sukses dalam: (1) mengarahkan seseorang, (2) memenangkan suatu kontestasi atau kompetisi, (3) menjadi lebih baik dari yang sebelumnya, dan (4) mampu mengendalikan situasi atau kondisi yang dialaminya.

Allah SWT berfirman, “Dan kebanyakan mereka hanyalah mengikuti persangkaan saja. Sesunguhnya persangkaan itu tidak dapat mengalahkan kebenaran sedikitpun. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang mereka perbuat” (QS.10:36).


Berbagai keuntungan yang diperoleh oleh seorang manusia yang mempraktekkan learning on leading, akan memudahkannya memainkan peran sebagai: Pertama, mujahiddin, yaitu seorang pejuang atau pembela agama (Islam) atau kebenaran. Kedua, uswatun hasanah, yaitu orang yang mampu menjadi teladan yang baik. Ketiga, assabiquunal awwalluun, yaitu seorang pionir atau orang pertama yang mampu melakukan kebajikan tertentu. Keempat, sirajan muniran, yaitu seseorang yang mampu menjadi pencerah atau pemberi pengetahuan bagi yang membutuhkan.


Selamat mencoba, semoga Allah SWT berkenan meridhai…