Tampilkan postingan dengan label syarat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syarat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

BERBAGI DENGAN MASYARAKAT

Tanggal 14 Nopember 2010, Aristiono Nugroho sebagai narasumber (sekaligus motivator) Socio Motivation berbagi dengan masyarakat (dari kalangan yang heterogen) tentang motivasi, khususnya yang berkaitan dengan “Mampu Mengembangkan Diri”.


Pada kesempatan itu berhasil difahami, bahwa: Pertama, menjadi orang yang mampu mengembangkan diri ada syaratnya, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, pemikiran terbuka, dapat menerima perubahan, bersedia belajar terus menerus, dan bersedia membangun suasana yang nyaman dan aman.


Kedua, menjadi orang yang mampu mengembangkan diri ada caranya, yaitu: bersedia menjadi orang yang tahu tentang sesuatu, agar bisa melakukan sesuatu, sehingga menjadi orang yang sukses. Selain itu juga diperlukan kesediaan untuk melakukan analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan kepentingan para pihak, serta bersedia melakukan perbaikan kompetensi.


Ketiga, menjadi orang yang mampu mengembangkan diri, mengindikasikan kualitas seseorang yang bersedia berubah menjadi lebih baik. Bila gagal berubah, maka orang tersebut akan berusaha terus menerus agar berubah menjadi lebih baik. Agar berubah, maka pelajari data (valid dan reliable) yang ada secara obyektif (sesuai tujuan analisis), sehingga seseorang dapat melakukan sesuatu dengan tepat (baik, benar, dan indah). Seseorang yang yang mampu mengembangkan diri, juga mengindikasikan kualitas seseorang yang bersedia terus menerus mencari peluang, agar menjadi lebih baik.


Jumat, 28 Mei 2010

MAMPU MENGATUR DIRI

Setelah seseorang berhasil membangun percaya diri dan “beralamat sendiri”, maka ia berpeluang mengatur diri. Sebagaimana diketahui, mengatur diri adalah suatu kondisi ketika seseorang mampu mengubah pemikiran, sikap dan perilakunya, sehingga dari berbagai masukan yang diperolehnya, ia dapat menghasilkan keluaran dan dampak yang paling baik.


Ketika seseorang menyatakan dirinya bersedia berubah, maka sesungguhnya ia siap berpikir, bersikap, dan berperilaku berbeda dari sebelumnya, menuju ke arah yang lebih baik. Saat itu ia siap mengelola segala potensi dan masukan dari orang lain, sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan. Dengan demikian ia memiliki harapan bagi dihasilkannya keluaran yang baik, yang kelak juga akan memberi dampak yang baik.


Sebagai acuan bagi perubahan pemikiran, sikap, dan perilakunya, ia perlu menetapkan visi dan misi baru bagi hidupnya. Visi, adalah cita-cita yang ingin dicapai oleh seseorang di masa depan, yang rumusannya akan memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada orang tersebut. Biasanya seseorang akan merumuskan visi yang dapat ia capai, dan dapat ia ukur pencapaiannya, serta dapat ditetapkan periode waktu pencapaiannya.


Sementara itu, misi adalah “perintah” yang harus dilakukan oleh seseorang sesuai dengan visi yang telah ditetapkannya. Rumusan misi seseorang akan memberikan arah bagi orang tersebut dalam mewujudkan visinya. Oleh karena itu, rumusan misi seseorang akan ditetapkannya dalam bentuk rumusan kegiatan utama yang perlu dilakukannya.


Rumusan kegiatan tersebut juga akan dikaitkan dengan ruang lingkup hasil yang hendak dicapai oleh seseorang, dan syarat-syarat yang berkaitan dengan pemikiran, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik. Syarat-syarat tersebut, antara lain: (1) bersedia menggapai kemampuan di bidang tertentu , (2) bersedia menggapai kemampuan memelihara kelangsungan hidup, (3) bersedia menggapai kemampuan hidup bermasyarakat, dan (4) bersedia menggapai kemampuan belajar sepanjang masa.


Ringkasnya, agar seseorang dapat mengatur diri, maka ia harus mampu mengubah pemikiran, sikap dan perilakunya. Acuan bagi perubahan pemikiran, sikap, dan perilaku orang tersebut adalah visi dan misi baru, yang ditetapkannya sebagai respon atas dinamika sosial yang ada. Berdasarkan berbagai masukan yang diperolehnya, ia dapat menghasilkan keluaran dan dampak yang paling baik.