Tampilkan postingan dengan label power. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label power. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

SCREENING TRUTH TO POWER

“Screening truth to power” dapat dimaknai sebagai “upaya menyaring informasi tentang kebenaran, yang hasilnya dapat digunakan untuk menambah kekuatan.”


Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS.49:6).


Firman Allah SWT dalam QS.49:6 menunjukkan tentang perlunya setiap manusia berhati-hati menerima suatu berita. Kehati-hatian diawali dengan memeriksa sumber berita, jika sumber berita adalah orang-orang fasik (mengabaikan perintah dan larangan Allah SWT), maka kehati-hatian perlu ditingkatkan.


Dengan kata lain, setiap manusia perlu melakukan screening truth atau menyaring informasi tentang kebenaran. Jika sumber berita adalah orang-orang fasik, maka “saringannya” harus diperiksa ulang, apakah “saringan” tersebut dalam kondisi baik; sehingga dperoleh informasi yang tepat tentang kebenaran.


Dalam QS.49:6 Allah SWT mengingatkan, bahwa sesuatu yang tidak benar, yang difahami sebagai suatu kebenaran akan mencelakakan suatu kaum.


Contoh, masyarakat di suatu wilayah tertentu diusir dari tanahnya oleh aparatur negara (misal: polisi), karena polisi memperoleh informasi bahwa tanah tersebut milik perusahaan tertentu, padahal informasi ini salah (laporan palsu); maka polisi telah mencelakakan suatu kaum (masyarakat di wilayah tersebut).


Oleh karena itu, setiap manusia perlu berhati-hati dalam menerima informasi. Tidak semua informasi benar, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara cermat. Pemeriksaan yang cermat, akan menghasilkan kebenaran, yang akhirnya akan dapat digunakan untuk menambah kekuatan, yaitu kekuatan untuk melakukan kebajikan.



Ibnu Taimiyah pernah mengingatkan, “Banyak orang berkata bahwa ia tidak bermaksud bohong, tetapi ia terbawa arus pendapat umum yang berisi kebohongan. Semua itu disebabkan karena ia tidak memperhatikan pendapat orang lain dengan teliti, melainkan memahaminya dengan secara serampangan.”



Inilah pentingnya setiap manusia melakukan screening truth, agar dapat meningkatkan power, yaitu power untuk berbuat kebajikan. Tepatnya setiap manusia perlu melakukan screening truth to power. Dalam konteks Bangsa Indonesia, maka Bangsa Indonesia juga perlu melakukan screening truth to power.



Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS.49:6).

Sabtu, 10 Desember 2011

A FORCE FIGHTING

“A force fighting” atau kekuatan untuk berjuang, merupakan paket energi yang berisi kekuatan (power), kelompok terorganisir (organized group), dan pengaruh (influence) yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok untuk melakukan suatu ikhtiar atau perjuangan tertentu.


Ketika seorang muslim ingin mensejahterakan, mencerdaskan, dan mengajak diri sendiri, sahabat, dan masyarakat menuju taqwa; maka ia membutuhkan a force fighting. Seorang muslim membutuhkan:


Pertama, kekuatan, agar ia mampu “mendorong” masyarakat bergerak dari kemiskinan menuju kesejahteraan, dari kebodohan menuju kecerdasan, atau dari kefasikan menuju ketaqwaan.


Kedua, kelompok terorganisir, yang akan mendampingi dan bersama-sama dengannya memperjuangkan kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan diri sendiri, sahabat, dan masyarakat.


Ketiga, pengaruh, agar pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku yang disampaikannya dapat segera dipraktekkan oleh diri sendiri, sahabat, dan masyarakat; dalam rangka menuju kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan.



Saat seorang muslim berjuang ia akan menghadapi tantangan atau halangan dari setan, baik yang berwujud jin maupun manusia (yaitu: manusia sesat). Oleh karena itu, ia membutuhkan perlindungan Allah SWT.


Allah SWT mengajarkan, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia (yaitu: Allah). ‘Rajanya’ manusia (yaitu: Allah). Sembahannya manusia (yaitu: Allah); dari kejahatan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam ‘dada’ manusia, yaitu dari golongan jin dan manusia” (QS.114:1-6).


Berdasarakan firman Allah SWT dalam QS.114:1-6 ini, maka seorang muslim harus tetap bersemangat dalam berjuang mensejahterakan, mencerdaskan, dan mengajak taqwa diri sendiri, sahabat, dan masyarakat. Tetap semangat, walaupun ada jin dan manusia yang membisikkan kelemahan dan ketidak-semangatan! Semangat terus dalam berjuang, jangan terkesima apalagi terpedaya oleh tipudaya setan dari golongan jin dan manusia!


Ingat firman Allah SWT dalam QS.9:37 sebagai berikut: “… Setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (sahabat setan).”


Ayo semangat, dan tetap semangat!
Terus berjuang, dan manfaatkan a force fighting! Manfaatkan kemampuan public speaking, dan public relation; dengan melakukan personality development.


Tebarkan kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan di masyarakat sesuai a force fighting yang dimiliki. Dakwahkan pada diri sendiri tentang pentingnya kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan.


Kemudian dakwahkan pada sahabat dan masyarakat, tentang pentingnya kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan. Jangan lupa, lakukan dakwah di dunia nyata dengan perbuatan dan ucapan.


Jangan lupakan dunia maya, dengan menyampaikan dakwah tentang pentingnya kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan melalui internet. Agar sahabat dan masyarakat dapat menjadikannya sebagai inspirasi bagi pelaksanaannya di dunia nyata.



Tetap semangat! Terus berjuang! Dengan memanfaatkan a force fighting!



Selamat berjuang, semoga Allah SWT meridhai...