Tampilkan postingan dengan label influence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label influence. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

A FORCE FIGHTING

“A force fighting” atau kekuatan untuk berjuang, merupakan paket energi yang berisi kekuatan (power), kelompok terorganisir (organized group), dan pengaruh (influence) yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok untuk melakukan suatu ikhtiar atau perjuangan tertentu.


Ketika seorang muslim ingin mensejahterakan, mencerdaskan, dan mengajak diri sendiri, sahabat, dan masyarakat menuju taqwa; maka ia membutuhkan a force fighting. Seorang muslim membutuhkan:


Pertama, kekuatan, agar ia mampu “mendorong” masyarakat bergerak dari kemiskinan menuju kesejahteraan, dari kebodohan menuju kecerdasan, atau dari kefasikan menuju ketaqwaan.


Kedua, kelompok terorganisir, yang akan mendampingi dan bersama-sama dengannya memperjuangkan kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan diri sendiri, sahabat, dan masyarakat.


Ketiga, pengaruh, agar pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku yang disampaikannya dapat segera dipraktekkan oleh diri sendiri, sahabat, dan masyarakat; dalam rangka menuju kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan.



Saat seorang muslim berjuang ia akan menghadapi tantangan atau halangan dari setan, baik yang berwujud jin maupun manusia (yaitu: manusia sesat). Oleh karena itu, ia membutuhkan perlindungan Allah SWT.


Allah SWT mengajarkan, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia (yaitu: Allah). ‘Rajanya’ manusia (yaitu: Allah). Sembahannya manusia (yaitu: Allah); dari kejahatan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam ‘dada’ manusia, yaitu dari golongan jin dan manusia” (QS.114:1-6).


Berdasarakan firman Allah SWT dalam QS.114:1-6 ini, maka seorang muslim harus tetap bersemangat dalam berjuang mensejahterakan, mencerdaskan, dan mengajak taqwa diri sendiri, sahabat, dan masyarakat. Tetap semangat, walaupun ada jin dan manusia yang membisikkan kelemahan dan ketidak-semangatan! Semangat terus dalam berjuang, jangan terkesima apalagi terpedaya oleh tipudaya setan dari golongan jin dan manusia!


Ingat firman Allah SWT dalam QS.9:37 sebagai berikut: “… Setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (sahabat setan).”


Ayo semangat, dan tetap semangat!
Terus berjuang, dan manfaatkan a force fighting! Manfaatkan kemampuan public speaking, dan public relation; dengan melakukan personality development.


Tebarkan kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan di masyarakat sesuai a force fighting yang dimiliki. Dakwahkan pada diri sendiri tentang pentingnya kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan.


Kemudian dakwahkan pada sahabat dan masyarakat, tentang pentingnya kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan. Jangan lupa, lakukan dakwah di dunia nyata dengan perbuatan dan ucapan.


Jangan lupakan dunia maya, dengan menyampaikan dakwah tentang pentingnya kesejahteraan, kecerdasan, dan ketaqwaan melalui internet. Agar sahabat dan masyarakat dapat menjadikannya sebagai inspirasi bagi pelaksanaannya di dunia nyata.



Tetap semangat! Terus berjuang! Dengan memanfaatkan a force fighting!



Selamat berjuang, semoga Allah SWT meridhai...

Minggu, 09 Oktober 2011

HOPE FOR STRENGTH

“Hope for strength”, atau “berharap memiliki kekuatan” wajar dimiliki oleh setiap manusia. Dengan kata lain, setiap manusia berhak untuk berharap memiliki kekuatan.


Saat berharap (hope), seorang manusia menginginkan sesuatu terjadi. Oleh karena itu, saat hope for strength, seorang manusia menginginkan kekuatan menjadi bagian dari dirinya.


Kekuatan (strength) memiliki makna: Pertama, strong, yaitu seseorang yang memiliki kekuatan dalam arti fisik. Kedua, influence, yaitu seseorang yang memiliki daya (kekuatan non fisik) untuk mempengaruhi. Ketiga, being brave, yaitu seseorang yang menjadi berani untuk melakukan sesuatu. Keempat, good qualities, yaitu seseorang yang mampu menjadikan sesuatu lebih baik, lebih efektif, lebih efisien, atau lebih indah. Kelima, value, yaitu seseorang yang menjadikan sesuatu lebih bernilai dari sebelumnya.


Saat berhasil membebaskan Kota Mekah dari kekuasaan Kaum Kafir Quraisy, Rasulullah Muhammad SAW menyatakan, ”Wahai segenap manusia. Sebarkanlah perdamaian (salam), berilah makanan, pererat hubungan sosial (silaturahim), dan shalatlah pada malam hari, saat seluruh manusia sedang terlelap. Jika melakukan itu, maka kalian akan memasuki surga dengan selamat.”


Pesan Rasulullah Muhammad SAW menunjukkan, bahwa hope for strength akan tercapai, apabila seorang manusia berkenan: Pertama, berdamai, baik berdamai dengan diri sendiri maupun orang lain, sepanjang berada dalam koridor nilai-nilai Islam. Kedua, membantu orang lain sesuai kemampuan, agar orang tersebut dapat beribadah kepada Allah SWT dan dapat rahmatan lil’alamiin. Ketiga, mempererat hubungan sosial di jalan dakwah dan dalam rangka dakwah. Keempat, shalat malam hari atau shalat tahajud sebagai sarana lebih mendekatkkan diri kepada Allah SWT selain shalat lima waktu.


Ketika seorang manusia berkenan menjalankan pesan Rasulullah Muhammad SAW hingga Allah SWT ridha kepadanya, maka insyaAllah ia akan memasuki surga dengan selamat. Saat itulah, hope for strength menjadi kenyataan.


Allah s.w.t. telah mengajarkan, “…Barangsiapa yang memuliakan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya adalah dari ketaqwaan hati” (QS.22:32).


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.22:32 maka diketahui, bahwa sepanjang hope for strength yang ada pada diri seorang manusia adalah dalam rangka memuliakan syiar-syiar Allah SWT, maka ia akan tergolong sebagai orang yang bertaqwa.


Dengan berbekal ketaqwaan, seorang manusia akan dengan penuh semangat berikhtiar untuk berdamai, membantu orang lain, mempererat hubungan sosial, dan shalat malam. Tujuannya hanya satu, yaitu beribadah kepada Allah SWT untuk menggapai ridhaNya.


Selamat berikhtiar, semoga Allah SWT meridhai...