Tampilkan postingan dengan label inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiring. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2012

INSPIRING TO DISCOVER

Istilah “inspiring to discover” dapat dimaknai sebagai “menginspirasi agar menemukan sesuatu”. Dalam konteks sosial, semangat “inspiring to discover” mendorong seorang manusia untuk berperan sebagai pemicu inspirasi bagi orang lain.


Orang yang mendapat inspirasi, pada akhirnya berhasil menemukan sesuatu, misal: kecerdasan (fathonah), kepercayaan (amanah), obyektivitas (shiddiq), dan informatif (tabligh). Inilah “inspiring to discover”.


Namun demikian setiap manusia hendaknya berhati-hati terhadap fenomena “inspiring to discover”, sebab bila orang yang menginspirasi adalah orang yang tidak bertaqwa, maka ia akan menginspirasi kesesatan; sehingga orang yang terinspirasi akan menemukan kesesatan, dan menjadikan kesesatan itu sebagai acuan pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku.



Allah SWT telah memperingatkan, “… Sesungguhnya kebanyakan dari manusia benar-benar hendak menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan (nilai-nilai Islam). Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas” (QS.6:119).



Selamat berikhtiar, semoga Allah SWT meridhai….

Minggu, 02 Oktober 2011

INSPIRING AND INNOVATION

“Inspiring and Innovation” berarti menginspirasi dan menginovasi. Harapannya, setelah membaca artikel ini Anda mendapat inspirasi dan mampu melakukan inovasi kebajikan dalam koridor nilai-nilai Islam. Demikian pula ketika Anda membaca buku yang ditulis oleh Amr Khalid dengan judul “Risalah ‘ala al-Khathy al Habib”.


Pada tahun 2009 buku tersebut telah diterjemahkan oleh Mansur dengan judul “Jejak Rasul: Membedah Kebijakan dan Strategi Politik dan Perang”, yang diterbitkan oleh A’Plus Books, Yogyakarta.


Buku ini mendeskripsikan riwayat hidup Rasulullah Muhammad SAW, sebagai pribadi manusia yang istimewa, yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi utusanNya. Perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW yang menunjukkan keindahan pribadi seorang utusan Allah SWT, sesungguhnya juga dapat inspiring and innovation bagi setiap manusia.


Seorang manusia yang berkenan memahami riwayat hidup Rasulullah Muhammad SAW akan terinspirasi untuk menjadi pribadi yang indah. Pribadi yang yang dibangun dengan semangat taqwa kepada Allah SWT. Semangat ini didukung oleh kualitas pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku yang fathonah (cerdas komprehensif), amanah (terpercaya), shiddiq (obyektif), dan tabligh (informatif). Riwayat dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW memang menginspirasi, dan memberi kesempatan bagi setiap manusia untuk melakukan inovasi kebajikan dalam koridor nilai-nilai Islam.


Setelah memahami riwayat dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW, maka seorang manusia akan mengerti bahwa menjadi pribadi FAST (Fathonah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh) akan memposisikan seorang manusia berada pada posisi taqwa kepada Allah SWT.


Setelah memahami riwayat dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW, maka seorang manusia akan terinspirasi untuk menjadi pribadi yang dengan bekal FAST siap berperan untuk menjadi mujahiddin (pembela kebenaran), uswatun hasanah (teladan yang baik), assabiquunal awwalluun (pionir kebajikan), dan sirajan muniran (pencerah).


Dengan demikian seorang manusia berkesempatan untuk melakukan inovasi bagi kontribusinya dalam peradaban yang transenden (mempertuhankan Allah SWT), humanis (sesuai fitrah manusia sebagai hamba Allah SWT), dan emansipatoris (bebas dari kejahiliahan tradisional, modern, dan pos-modern).


Rasulullah Muhammad SAW pernah memberi contoh, ketika beliau ditekan oleh Kaum Quraisy. Tekanan itu disampaikan oleh paman beliau, Abu Thalib, yang kemudian direspon oleh Rasulullah Muhammad SAW sebagai berikut:


“Wahai paman, andai saja matahari diberikan oleh mereka (Kaum Quraisy) di tangan kananku, dan bulan diberikan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan dakwahku. Niscaya aku tidak akan pernah meninggalkan dakwah ini. Sampai Allah SWT berkenan membangkitkan Islam, atau aku meninggal karena mempertahankan Islam.”



Respon Rasulullah Muhammad SAW ini merupakan respon yang inspiratif, dan mendorong mereka yang memahaminya untuk berkenan melakukan inovasi dakwah dan kebajikan dalam koridor nilai-nilai Islam.



Demikianlah, sudah selayaknya Rasulullah Muhammad SAW inspiring and innovation bagi warga negara Indonesia, agar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berbekal semangat Bhinneka Tunggal Ika, dapat menjadi negara yang diridhai Allah SWT.



Selamat berikhtiar, semoga Allah SWT meridhai...

Selasa, 28 Juni 2011

INSPIRING MINDS

Secara bebas “inspiring minds” dapat dimaknai sebagai “pemikiran yang menginspirasi”, yaitu: Pertama, pemikiran yang mampu membuat seseorang merasa, bahwa ia menginginkan suatu kebajikan, dan dapat melakukannya. Pemikiran ini mampu membuat seseorang merasa istimewa, karena telah merespon dinamika kehidupan dengan sikap dan tindakan yang istimewa, berupa kebajikan.


Kedua, pemikiran yang mampu memberi ide pada seseorang, sehingga ia dapat menyelesaikan masalah atau tugas kehidupannya dengan baik. Pemikiran ini mampu membuat seseorang merasa sanggup melakukan sesuatu, atau menjadikan sesuatu mewujud. Pemikiran ini juga mampu membuat seseorang percaya diri atau memiliki harapan untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan baik.


Pemikiran tidak selalu disampaikan dengan ucapan, melainkan dapat pula disampaikan dengan sikap, dan tindakan. Sikap dan tindakan yang baik menunjukkan adanya pemikiran yang baik. Seseorang yang ingin pemikirannya mampu menginspirasi kebajikan bagi orang lain, harus mengucap, bersikap, dan bertindak dalam koridor kebajikan.


Rasulullah Muhammad SAW pernah berikhtiar menjodohkan sahabatnya yang bernama Jabir, dengan putri Ziad bin Labid, yang juga sahabatnya, yang bernama Zulfah. Jabir adalah sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang ketaqwaannya tak lagi diragukan, tetapi ia miskin dan tidak tampan. Sementara itu, Zulfah seorang wanita yang shaleh, cantik, serta putri orang kaya dan terpandang.


Rasulullah Muhammad SAW berkata, “Wahai Jabir engkau orang yang bertaqwa. Derajat manusia ditentukan oleh ketaqwaan, bukan oleh kekayaan dan ketampanan. Oleh karena itu, sekarang berangkatlah engkau ke rumah Ziad bin Labid untuk melamar anaknya yang bernama Zulfah.”


Kata-kata Rasulullah Muhammad SAW telah memberi semangat pada Jabir untuk datang ke rumah Ziad bin Labid guna melamar putrinya yang bernama Zulfah. Ucapan Rasulullah Muhammad SAW mampu membuat Jabir merasa, bahwa ia sanggup melamar Zulfah. Ucapan ini mampu membuat Jabir merasa istimewa, karena ia berada pada posisi istimewa dan akan melamar seorang putri yang juga istimewa.


Ucapan Rasulullah Muhammad SAW juga mampu memberi ide pada Jabir, sehingga ia dapat menyelesaikan masalah atau tugas kehidupannya dengan baik. Ucapan ini mampu membuat Jabir merasa sanggup melamar Zulfah, atau menjadikan impiannya menikahi Zulfah mewujud. Ucapan ini juga mampu membuat Jabir percaya diri atau memiliki harapan untuk dapat mewujudkan cita-citanya menikahi Zulfah.


Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya mampu menjadikan pemikirannya sebagai pemikiran yang dapat diekspresikan dalam sikap dan tindakan, yang mampu menginspirasi orang lain agar bertaqwa kepada Allah SWT.


Selamat mencoba, semoga Allah SWT meridhai...