Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

RENUNGAN: IRAN VS AMERIKA SERIKAT

Allah SWT berfirman, "Mereka (kaum anti Islam) tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu (Islam), seandainya mereka sanggup..." (QS.2:217).

Firman Allah SWT dalam QS.2:217 ini relevan untuk memahami ancaman Amerika Serikat untuk menyerang Iran (negara kaum muslim). Dalam menekan dan bersiap menyerang Iran, maka Amerika Serikat akan dibantu oleh Israel dan NATO (kecuali Turki).

Di atas kertas, kekuatan Amerika Serikat, Israel dan NATO tidaklah sebanding dengan kekuatan Iran; namun Pemerintah, tentara, dan rakyat Iran telah siap untuk mempertahankan negerinya sebisa mungkin.

Satu hal yang sering dilupakan oleh Amerika Serikat, Israel, dan NATO adalah kekuatan Allah SWT. Selama ini Allah SWT memang belum memberikan adzab kepada Amerika Serikat, Israel, dan NATO berupa kekalahan dalam perang, tetapi bukan tidak mungkin bila Allah SWT berkenan maka Pemerintah, tentara, dan rakyat Iran dapat mengalahkan Tentara Amerika Serikat, Israel, dan NATO yang menyerang Iran. InsyaAllah...

Serangan Amerika Serikat, Israel, dan NATO sekali lagi membuktikan aktualita Al Qur'an di masa kini, terutama QS.2:217. Dengan kata lain, ketika mereka (Amerika Serikat, Israel, dan NATO) memusuhi Islam, maka secara tidak sadar mereka terus menerus membuktikan kebenaran firman Allah SWT yang tertera dalam Al Qur'an (Kitab Suci Umat Islam).

Minggu, 03 Juli 2011

BREAKING NEWS: BANTUAN UNTUK GAZA

Tahun lalu (2010), aktivis perdamaian internasional berupaya memberi bantuan kepada warga Jalur Gaza (Gaza Strip). Missi ini diberi nama “Freedom Flotilla”. Tetapi missi ini gagal, karena missi yang menggunakan Kapal Mavi Marmara diserang Tentara Israel. Kapal, awak, dan para aktivis ditangkap oleh Tentara Israel. Selanjutnya, atas tekanan dunia internasional, Pemerintah Israel membebaskan awak dan para aktivis.


Bantuan kemanusiaan aktivis perdamaian internasional dilakukan, karena sejak tahun 2007 wilayah Gaza diblokade dari darat, laut, dan udara oleh Tentara Israel, sehingga warga Gaza kekurangan bahan makanan, dan obat-obatan. Padahal warga Gaza adalah Bangsa Palestina, yang memiliki wilayah Palestina; namun saat ini wilayah Palestina telah dirampok oleh Bangsa Yahudi, dengan mendirikan Negara Israel sejak tahun 1948, atas dukungan Inggris dan Amerika Serikat.


Kali ini, tahun 2011, aktivis perdamaian internasional melakukan upaya kedua, untuk memberi bantuan bagi warga Jalur Gaza. Missi ini diberi nama “Freedom Flotilla II”, yang akan diikuti oleh 15 kapal pengangkut bantuan kemanusiaan, yang membawa 100 orang aktivis perdamaian dari 22 LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) internasional. Missi ini ditargetkan berangkat dari Yunani pada awal Juli 2011.


Khawatir bantuan internasional ini, akan menolong Bangsa Palestina yang berada di Jalur Gaza, maka Israel dan Amerika Serikat berupaya menggagalkan “Freedom Flotilla II”. Caranya dengan melakukan sabotase terhadap kapal-kapal yang akan berangkat ke Gaza, mengintimidasi aktivis perdamaian, dan menekan Pemerintah Yunani dan pemerintah negara-negara lainnya. Akibatnya pada tanggal 2 Juli 2011 Pemerintah Yunani melarang keberangkatan “Freedom Flotilla II” ke Gaza.


Bagaimana Allah SWT mentaqdirkan missi pertolongan ke Gaza, dan melindungi warga Gaza dari kekejian Tentara Israel, kita tunggu khabar berikutnya…


Allah SWT berfirman, “Mereka (orang-orang kafir) ingin memadamkan “cahaya” Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah justru menyempurnakan cahayaNya, meskipun orang-orang kafir membenci hal itu” (QS.61:8).

Minggu, 10 April 2011

MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Setiap manusia memiliki harga diri, karena ia merupakan makhluk mulia yang diciptakan Allah SWT, dan dimuliakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap manusia hendaknya bersedia dan mampu menghargai diri sendiri, sebelum berharap orang lain menghargai dirinya.


Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, maka seorang manusia yang telah bersedia dan mampu menghargai diri sendiri, hendaknya bersedia dan mampu beriman kepada Allah SWT. Tanpa iman kepada Allah SWT, seorang manusia tidak akan dapat menghargai dirinya secara obyektif.


Tanpa iman kepada Allah SWT, seorang manusia tidak akan faham, bahwa ia merupakan makhluk mulia yang diciptakan Allah SWT, dan dimuliakan oleh Allah SWT. Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, juga akan sulit memuliakan manusia. Baginya kemuliaan hanyalah milik dirinya, dan bukanlah milik orang lain.


Contoh nyata keburukan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT dapat dilihat pada pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku Pemerintah Israel terhadap Bangsa Palestina. Bagi Pemerintah Israel kemuliaan hanyalah milik Bangsa Yahudi, dan bukan milik Bangsa Palestina. Oleh karena itu, kebiadaban adalah sesuatu yang layak dilakukan oleh Bangsa Yahudi (Pemerintah Israel), demikianlah mindset Pemerintah Israel.


Satu hal yang dilupakan oleh Pemerintah Israel, adalah “kebiadaban” yang mereka perlihatkan menunjukkan level atau kelas manusia yang mereka sandang. Dengan kata lain, perilaku yang ditunjukkan Pemerintah Israel terhadap Bangsa Palestina memperlihatkan, bahwa Pemerintah Israel berada pada level manusia biadab, dan bukan berada pada level manusia beradab.


Secara berkala Pemerintah Israel melakukan serangan udara ke wilayah Gaza untuk membunuh warga Gaza. Sementara itu, masyarakat dunia diam saja ketika pada saat yang sama Gaza diblokade oleh Pemerintah Israel. Dalam seminggu ini telah tewas 20 orang warga Gaza akibat serangan udara Pemerintah Israel. Untuk wilayah Tepi Barat, Pemerintah Israel mendorong pemukiman Yahudi, dengan melakukan tekanan militer terhadap Bangsa Palestina di wilayah tersebut.


Oleh karena itu, setiap orang yang ingin menghargai diri sendiri, hendaklah ia beriman kepada Allah SWT agar ia menjadi bagian dari manusia beradab, yaitu manusia yang mampu berpikir, bersikap, bertindak, dan berperilaku dalam tata kesopanan dan etika sebagai manusia mulia yang dimuliakan Allah SWT, dengan cara memuliakan manusia lainnya.


Untuk itu, setiap manusia yang ingin menghargai diri sendiri, hendaknya mampu berpikir, bersikap, bertindak, dan berperilaku benar atau obyektif, dengan:


Pertama, memperhatikan data secara cermat dan mengubahnya menjadi informasi.


Kedua, melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh dan merumuskan beberapa alternatif tindakan.


Ketiga, menyusun alternatif tindakan dalam suatu urutan prioritas.


Keempat, menetapkan urutan pertama dalam prioritas sebagai tindakan yang akan dilaksanakan.


Kelima, melaksanakan tindakan yang telah ditetapkan atau dipilih untuk dilaksanakan.


Sudah saatnya seorang manusia yang menghargai diri sendiri dan orang lain faham, bahwa kalau ia melakukan kesalahan, misal: tidak memuliakan orang lain, maka hal itu akan kembali pada dirinya sendiri, misal: ia dikenal sebagai pribadi yang tidak mulia. Kebaikan atau kebajikan yang dilakukannya terhadap orang lain sesungguhnya kembali pada dirinya sendiri, di mana kelak ia dikenal sebagai pribadi yang berciri kebajikan. Selain itu, seorang manusia yang menghargai diri sendiri dan orang lain wajib beryukur atas segenap rahmat Allah SWT kepadanya, bersabar dalam melakukan kebajikan, dan ikhlas, sesuai QS.112, ketika melakukan kebajikan.


Segenap ikhtiar untuk menghargai diri sendiri ini bersesuaian dengan firman Allah SWT, “Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, mereka itu orang-orang yang shiddiqien (benar/obyektif) dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhannya (Allah). Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Allah), mereka itulah penghuni-penghuni neraka” (QS.57:19).


Selamat berikhtiar, dan semoga Allah SWT berkenan…