Senin, 18 Juli 2011

YOUR FUTURE, FROM HERE

Masa depan seorang manusia ada dua; yaitu masa depan di dunia, dan masa depan di akherat. Masa depan di dunia, adalah suatu kondisi ketika seorang manusia mampu beribadah kepada Allah SWT dengan baik, dan mampu menjadi rahmatan lil’alamiin (bermanfaat optimal bagi lingkungannya). Masa depan di akherat, adalah ketika seorang manusia mendapat kebahagiaan versi akherat yang tak pernah terbayangkan saat ia masih di dunia.


Untuk mencapai masa depan, setiap orang harus mengetahui dari mana ia akan memulai perjalanan menuju masa depan. Saat itulah ia mengetahui, bahwa masa depannya dimulai “dari sini” (from here), yaitu dimulai dari diri sendiri. Tepatnya “masa depan dimulai dari sini”, atau “masa depanmu, dari sini” (your future, from here).


Masa depan setiap orang dimulai dari dirinya sendiri. Allah SWT, Yang Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, berkehendak agar setiap manusia berhasil mencapai masa depannya, yaitu mampu beribadah kepada Allah SWT dengan baik, dan mampu menjadi rahmatan lil’alamiin, serta memperoleh kebahagiaan di akherat. Oleh karena itu, Allah SWT mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk menyampaikan firmanNya dalam Al Qur’an, dan menjelaskannya melalui Al Hadist. Hal ini pulalah yang terus disampaikan oleh para ulama sampai akhir zaman.


Namun demikian seringkali, seorang manusia menggagalkan masa depan dirinya. Manusia jenis ini, mengabaikan Al Qur’an, Al Hadist, dan nasehat para ulama. Ia hidup “mengalir” dalam hawa nafsunya, bahkan mempertuhankan hawa nafsunya. Agar terhindar dari kesesatan seperti ini, setiap manusia hendaknya bersungguh-sungguh menjalani hari demi harinya dalam upaya mencapai masa depan, yang telah disiapkan Allah SWT.


Untuk itu, selayaknya setiap manusia memperhatikan firman Allah SWT, “Hai, manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah, karena Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji” (QS.35:15).

Berdasarkan firman itu, maka setiap manusia perlu menjaga hubungannya dengan Allah SWT, agar berada dalam posisi dan kondisi sebaik-baiknya. Karena hanya kepada Allah SWT setiap segala sesuatu memohon kebaikan, tepatnya hanya kepada Allah SWT setiap manusia memohon kebaikan bagi dirinya dan orang lain.


Seorang manusia yang tidak mempertuhankan Allah SWT, sesungguhnya mempertuhankan ketiadaan, karena tidak ada Tuhan melainkan Allah. Seorang manusia yang mempertuhankan ketiadaan adalah sebodoh-bodohnya manusia, karena ia memohon pada sesuatu yang tiada, sehingga hasilnya tentulah ketiadaan, Jika ia merasa berhasil setelah memohon pada ketiadaan, maha hal itu hanyalah perasaannya saja.


Dengan demikian setiap manusia perlu bersungguh-sungguh berkomitmen sebagaimana yang tertuang dalam QS.112:1-4, yang diajarkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW, sebagai berikut: “Katakanlah, “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah “tempat” meminta. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara denganNya.”


Komitmen seorang manusia yang kuat, sebagaimana yang tertuang dalam QS.112:1-4, akan menyemangatinya untuk bersungguh-sungguh menggapai masa depannya dengan melaksanakan Rukun Islam yang berbasis pada Rukun Iman, sehingga menjadi pribadi yang ikhsan (mengetahui bahwa Allah SWT selalu mengamatinya).


Sebagai bagian dari upaya optimalisasi ikhtiar meraih masa depan, mulailah anda untuk: Pertama, menyimak ceramah atau mengikuti seminar motivasi Islami. Kedua, pelajari riwayat hidup Rasulullah Muhammad SAW, untuk mengambil pelajaran dan teladan darinya. Ketiga, yakinkan diri sendiri, bahwa Allah SWT menghendaki diri anda sukses di dunia dan akherat. Keempat, rumuskan tahap-tahap kegiatan anda dalam redaksi kalimat yang mudah difahami dan mudah dilaksanakan. Kelima, lakukan kebajikan yang diperintahkan Allah SWT, meskipun anda merasa berat.

Your future, from here ... Selamat mencoba ... Semoga Allah SWT berkenan meridhai ...

RENUNGAN: PEMBELA INDONESIA

Majalah Hidayatullah (Juni 2011) pada halaman 4 menulis, “Andai hari ini Indonesia diserbu oleh musuh, sebagaimana dulu Belanda dan Inggris menjajah kita; maka siapakah yang berani tampil untuk mempertahankan negara ini. Para santri yang setiap hari diajarkan makna jihad, akan serentak turun ke medan laga, berjuang membela bangsa, sembari meneriakkan kata-kata “Allahu Akbar”. Kata yang dulu diteriakkan Bung Tomo ketika mengusir penjajah (Inggris dan Belanda) dari Surabaya.”


Pada halaman 49 Majalah Hidayatullah menulis, “Tidak semua orang Islam berpikiran radikal dan suka tindakan teror. Dan tak semua yang berpikiran radikal pasti membunuhi orang. Logika seperti ini sama dengan logika tidak semua polisi dan aparat sebagai backing bandar judi dan narkoba. Jika ada 100 oknum polisi menjadi backing bandar narkoba, apa bisa institusi POLRI didesak untuk dibubarkan, setidaknya diprioritaskan untuk diawasi inteljen?”


Kedua tulisan pada Majalah Hidayatullah tersebut menggambarkan kegundahan Umat Islam atas situasi akhir-akhir ini. Umat Islam merasa dipojokkan, padahal sejarah negeri ini tak dapat dilepaskan dari peran Umat Islam. Nilai-nilai Islam-lah yang mempertajam perbedaan antara panjajah (Belanda dan Inggris) dengan Bangsa Indonesia. Nilai-nilai Islam pula yang menyemangati para pemuda Indonesia, ketika melawan persenjataan berat Belanda dan Inggris.


Fakta semacam ini, juga terjadi di Irak. Ketika persenjataan berat Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya berhasil mengalahkan Militer Irak; maka Irak resmi dijajah. Kejutan muncul ketika pejuang-pejuang muslim tampil melawan para penjajah (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya), termasuk melawan pemerintah boneka bentukan penjajah, sampai hari ini.


Belajar dari sejarah, Umat Islam Indonesia harus bersabar, dan terus menerus berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945. Caranya dengan tetap tekun menjadi muslim, yang mempraktekkan Rukun Islam: syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji dengan sebaik-baiknya; seraya hidup toleran (prinsip Bhinneka Tunggal Ika) sebagai warga bangsa. Agar Umat Islam Indonesia dapat memberi kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara ini.

Minggu, 03 Juli 2011

INVENT THE FUTURE

Kata “invent” mengandung makna “merancang atau menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya”. Dengan demikian “invent” berkaitan dengan sesuatu yang baru. Sementara itu, kata “future” mengandung makna “sesuatu yang akan terjadi pada seseorang atau sesuatu di masa yang akan datang. Dengan demikian ”future” berkaitan dengan masa depan.


”Invent” merupakan kata dasar dari ”invention”, yang bermakna ”sesuatu yang dirancang atau diciptakan pertama kali” yang berarti ”penemuan”. Oleh karena itu, ”invent” juga dapat dimaknai sebagai ”menemukan”. Dengan demikian ”invent the future” dapat diartikan sebagai ”menemukan masa depan”.


Sesungguhnya masa depan seorang manusia, sudah jelas, yaitu ridha Allah SWT. Tetapi masa depan ini barulah dapat diperoleh, bila seorang manusia berkenan memenuhi syarat dan ketentuannya.


Syaratnya, seorang manusia haruslah mengisi hidup dengan aktivitas ibadah kepada Allah SWT, dan rahmatan lil’alamiin (bermanfaat optimal bagi lingkungan). Ketentuan yang harus dipenuhi tertuang dalam Al Qur’an, dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam Al Hadist, dan dinasehatkan oleh mayoritas ulama. Oleh karena itu, seorang manusia harus hidup sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang dalam Al Qur’an, Al Hadist, dan nasehat mayoritas ulama.


Ada contoh, sebagai berikut: Seorang sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Abu Hurairah RA, menjelaskan: ”Ahli suffah adalah para tamu kaum muslimin. Mereka tidak tinggal bersama keluarga, dan tidak memiliki harta. Jika Rasulullah Muhammad SAW mendapatkan sedekah, maka beliau mengirimkannya kepada ahli suffah. Jika Rasulullah Muhammad SAW menerima hadiah, maka beliau mengirimkan sebagian hadiah itu kepada ahli suffah.”


Ahli suffah adalah orang-orang yang tinggal di salah satu bagian masjid di masa Rasulullah Muhammad SAW, yang mengkhususkan diri mempelajari nilai-nilai Islam. Selanjutnya mereka (ahli suffah) akan menyebarkan nilai-nilai Islam ini ke wilayah-wilayah lain.


Sesungguhnya banyak perilaku teladan Rasulullah Muhammad SAW yang dapat dicontoh oleh setiap manusia. Dalam kisah yang diriwayatkan Abu Hurairah RA diuraikan perilaku Rasulullah Muhammad SAW terhadap ahli suffah, yang perilaku ini juga dapat dicontoh oleh setiap manusia.


Pada prinsipnya, setiap manusia dapat menemukan masa depannya, yaitu ridha Allah SWT, sepanjang ia berkenan: Pertama, mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Semesta Alam, dan tiada Tuhan selain Allah SWT. Kedua, beribadah kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Ketiga, berupaya rahmatan lil’alamiin.


Selamat mencoba, semoga Allah SWT berkenan meridhai...

BREAKING NEWS: BANTUAN UNTUK GAZA

Tahun lalu (2010), aktivis perdamaian internasional berupaya memberi bantuan kepada warga Jalur Gaza (Gaza Strip). Missi ini diberi nama “Freedom Flotilla”. Tetapi missi ini gagal, karena missi yang menggunakan Kapal Mavi Marmara diserang Tentara Israel. Kapal, awak, dan para aktivis ditangkap oleh Tentara Israel. Selanjutnya, atas tekanan dunia internasional, Pemerintah Israel membebaskan awak dan para aktivis.


Bantuan kemanusiaan aktivis perdamaian internasional dilakukan, karena sejak tahun 2007 wilayah Gaza diblokade dari darat, laut, dan udara oleh Tentara Israel, sehingga warga Gaza kekurangan bahan makanan, dan obat-obatan. Padahal warga Gaza adalah Bangsa Palestina, yang memiliki wilayah Palestina; namun saat ini wilayah Palestina telah dirampok oleh Bangsa Yahudi, dengan mendirikan Negara Israel sejak tahun 1948, atas dukungan Inggris dan Amerika Serikat.


Kali ini, tahun 2011, aktivis perdamaian internasional melakukan upaya kedua, untuk memberi bantuan bagi warga Jalur Gaza. Missi ini diberi nama “Freedom Flotilla II”, yang akan diikuti oleh 15 kapal pengangkut bantuan kemanusiaan, yang membawa 100 orang aktivis perdamaian dari 22 LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) internasional. Missi ini ditargetkan berangkat dari Yunani pada awal Juli 2011.


Khawatir bantuan internasional ini, akan menolong Bangsa Palestina yang berada di Jalur Gaza, maka Israel dan Amerika Serikat berupaya menggagalkan “Freedom Flotilla II”. Caranya dengan melakukan sabotase terhadap kapal-kapal yang akan berangkat ke Gaza, mengintimidasi aktivis perdamaian, dan menekan Pemerintah Yunani dan pemerintah negara-negara lainnya. Akibatnya pada tanggal 2 Juli 2011 Pemerintah Yunani melarang keberangkatan “Freedom Flotilla II” ke Gaza.


Bagaimana Allah SWT mentaqdirkan missi pertolongan ke Gaza, dan melindungi warga Gaza dari kekejian Tentara Israel, kita tunggu khabar berikutnya…


Allah SWT berfirman, “Mereka (orang-orang kafir) ingin memadamkan “cahaya” Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah justru menyempurnakan cahayaNya, meskipun orang-orang kafir membenci hal itu” (QS.61:8).

Selasa, 28 Juni 2011

INSPIRING MINDS

Secara bebas “inspiring minds” dapat dimaknai sebagai “pemikiran yang menginspirasi”, yaitu: Pertama, pemikiran yang mampu membuat seseorang merasa, bahwa ia menginginkan suatu kebajikan, dan dapat melakukannya. Pemikiran ini mampu membuat seseorang merasa istimewa, karena telah merespon dinamika kehidupan dengan sikap dan tindakan yang istimewa, berupa kebajikan.


Kedua, pemikiran yang mampu memberi ide pada seseorang, sehingga ia dapat menyelesaikan masalah atau tugas kehidupannya dengan baik. Pemikiran ini mampu membuat seseorang merasa sanggup melakukan sesuatu, atau menjadikan sesuatu mewujud. Pemikiran ini juga mampu membuat seseorang percaya diri atau memiliki harapan untuk menyelesaikan suatu persoalan dengan baik.


Pemikiran tidak selalu disampaikan dengan ucapan, melainkan dapat pula disampaikan dengan sikap, dan tindakan. Sikap dan tindakan yang baik menunjukkan adanya pemikiran yang baik. Seseorang yang ingin pemikirannya mampu menginspirasi kebajikan bagi orang lain, harus mengucap, bersikap, dan bertindak dalam koridor kebajikan.


Rasulullah Muhammad SAW pernah berikhtiar menjodohkan sahabatnya yang bernama Jabir, dengan putri Ziad bin Labid, yang juga sahabatnya, yang bernama Zulfah. Jabir adalah sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang ketaqwaannya tak lagi diragukan, tetapi ia miskin dan tidak tampan. Sementara itu, Zulfah seorang wanita yang shaleh, cantik, serta putri orang kaya dan terpandang.


Rasulullah Muhammad SAW berkata, “Wahai Jabir engkau orang yang bertaqwa. Derajat manusia ditentukan oleh ketaqwaan, bukan oleh kekayaan dan ketampanan. Oleh karena itu, sekarang berangkatlah engkau ke rumah Ziad bin Labid untuk melamar anaknya yang bernama Zulfah.”


Kata-kata Rasulullah Muhammad SAW telah memberi semangat pada Jabir untuk datang ke rumah Ziad bin Labid guna melamar putrinya yang bernama Zulfah. Ucapan Rasulullah Muhammad SAW mampu membuat Jabir merasa, bahwa ia sanggup melamar Zulfah. Ucapan ini mampu membuat Jabir merasa istimewa, karena ia berada pada posisi istimewa dan akan melamar seorang putri yang juga istimewa.


Ucapan Rasulullah Muhammad SAW juga mampu memberi ide pada Jabir, sehingga ia dapat menyelesaikan masalah atau tugas kehidupannya dengan baik. Ucapan ini mampu membuat Jabir merasa sanggup melamar Zulfah, atau menjadikan impiannya menikahi Zulfah mewujud. Ucapan ini juga mampu membuat Jabir percaya diri atau memiliki harapan untuk dapat mewujudkan cita-citanya menikahi Zulfah.


Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya mampu menjadikan pemikirannya sebagai pemikiran yang dapat diekspresikan dalam sikap dan tindakan, yang mampu menginspirasi orang lain agar bertaqwa kepada Allah SWT.


Selamat mencoba, semoga Allah SWT meridhai...